Rabu, 22 April 2015

Pembelajaran Berbasis Bimbingan (Analisis/Pengkajian Model-Model Pembelajaran yang Lebih Berorientasi Pengembangan Individu)

Dunia pendidikan tidak terlepas dari peran guru dalam mengajar dikelas. Seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk memahami setiap kebutuhan siswa yang dibutuhkan dalam tahap perkembangannya. Maka tak heran, seorang guru mempunyai latar belakang pemahaman peserta didik sebelum terjun dalam dunia pendidikan yang sebenranya. Memahami setiap peserta didik sangat perlu dilakukan, karena setiap siswa mempunyai kebutuhan yang berbeda, masalah yang berbeda sehingga membutuhkan solusi yang berbeda pula.
Di zaman modern ini, sangat kuno jika dalam pembelajaran dikelas guru hanya menggunakan metode ceramah, diskusi, dan lain sebagainya. Hal ini disebut kuno karena sangat banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Seiring bergesernya paradigma yang menuntut siswa lebih aktif dibandingkan gurunya, maka tak heran banyak inovasi dalam model dan metode pembelajaran yang bisa digunakan guru dalam mengajar. Salah satunya adalah model pembelajaran yang berbasis bimbingan.
1.      Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Bimbingan
A.  Konsep Bimbingan
            Bimbingan merupakan terjemahan dari “Guidance”. Guidance berasal dari akar kata “Guide” yang secara luas bermakna mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage), menyampaikan (to descript), mendorong (to motivate), membantu mewujudkan (helping to create), memberi (to giving), bersunguh-sungguh (to commit). Bimbingan adalah suatu proses berkesinambungan sebagai upaya membantu untuk memfasilitasi individu agar berkembang secara optimal. Perkembangan optimal yang dimaksud adalah perkembangan yang sesuai dengan potensi individu dan sistem nilai tentang kehidupan yang baik dan benar, perkembangan optimal merupakan kondisi dinamik, dimana individu mampu mengenal dan memahami diri, berani menerima kenyataan diri secara subyektif, mengarahkan diri sesuai dengan kemampuan, kesempatan dan sistem nilai dan melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri.
B.  Konsep Pembelajaran dan Pembelajaran Berbasis Bimbingan
            Pembelajaran berbasis bimbingan itu sangatlah penting untuk diterapkan karena pembelajaran yang baik, tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif saja, akan tetapi dapat menghasilkan sebuah output berupa lahirnya perubahan perilaku peserta didik yang positif dan normatif. Maka, menurut Budiman (Najjah, 2015), pembelajaran berbasis bimbingan seharusnya berlandaskan pada prinsip-prinsip bimbingan yaitu:
1)         Didasarkan pada Needs assessment (sesuai dengan kebutuhan).
2)         Dikembangkan dalam suasana membantu (helping relationship).
3)         Bersifat memfasilitasi.
4)      Berorientasi pada: (1) learning to be (belajar menjadi); (2) learning to learn (belajar untuk belajar); (3) learning to work (belajar untuk bekerja dan berkarir); (4) learning to live together (belajar untuk hidup bersama).
5)         Tujuan utama perkembangan potensi secara optimal.

            Definisi tentang pembelajaran berbasis bimbingan dikemukakan oleh Mariyana (2008, hlm. 2) bahwa pembelajaran berbasis bimbingan merupakan sebuah model pembelajaran yang dirancang berdasarkan pemahaman terhadap bimbingan, dengan memperhatikan pemahaman terhadap anak dan cara belajarnya.

2.   Ciri-Ciri Model Pembelajaran Berbasis Bimbingan
Menurut Kartadinata dan Dantes (dalam Mariyana, 2008, hlm. 2) pembelajaran berbasis bimbingan memiliki ciri-ciri berikut:
a.    Diperuntukkan bagi semua siswa.
b.   Memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan sedang berkembang.
c.    Mengakui siswa sebagai individu yang bermartabat dan berkemampuan.
d. Terarah ke pengembangan segenap aspek perkembangan anak secaramenyeluruh dan optimal.
e.   Disertai dengan berbagai sikap guru yang positif dan mendukung aktualisasi berbagai minat, potensi, dan kapabilitas siswa sesuai dengan norma-norma kehidupan yang dianut.


Selain itu, adapula ciri-ciri lain dari model pembelajaran berbasis bimbingan, yaitu:
a.  Diperuntukkan bagi semua peserta didik dalam arti kata merupakan suatu kinerja yang berorientasi sepenuhnya terhadap kebutuhan individual siswa.
b.   Sangat memperhatikan keamanan psikologis siswa baik dalam proses pembelajaran atau di saat prosesi istirahat.
c.    Memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan sedang berkembang.
d.   Mengakui siswa sebagai individu yang bermartabat dan berkemampuan.
e.    Penuh penghargaan.
f.  Pemberian reward untuk semua prestasi siswa baik itu prestasi yang besar ataupun yang kecil sekalipun.
g.   Menghindari hukuman fisik agar tidak terjadi kecacatan mental dini dalam dunia pendidikan.
h.  Demokratis bahwa di setiap pembelajaran yang berbau bimbingan guru wajib mendengarkan suara siswa terlebih dahulu agar terjadi komunikasi yang baik dan mendapat pemecahan masalah yang mendalam.
i.  Terarah ke pengembangan segenap aspek perkembangan siswa secara menyeluruh dan optimal.
j.    Disertai dengan berbagai sikap guru yang positif dan mendukung aktualisasi berbagai minat, potensi, dan kapabilitas siswa sesuai dengan norma-norma kehidupan yang dianut.
3.   Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Bimbingan
Pembelajaran berbasis bimbingan merupakan pembelajaran yang berdasarkan pada prinsip-prinsip bimbingan sehingga prinsip-prinsip pembelajaran berbasis bimbingan pun tidak terlepas dari prinsip-prinsip bimbingan yaitu:
a.    Proses membantu individu
b.   Bertitik tolak pada individu yang dibimbing
c.    Didasarkan pada pemahaman atas keragaman individu yang dibimbing
d.   Pada batas tertentu perlu ada referral
e.    Dimulai dengan identifikasiatas kebutuhan individu
f.    Diselenggarakan secara luwes dan fleksibel
g.   Sejalan dengan visi dan misi lembaga
h.   Dikelola dengan orang yang memiliki keahlian di bidang bimbingan
i.     Ada sistem evaluasi yang digunakan
4.      Model-Model Pembelajaran yang Berorientasi pada Pengembangan Individu
a.      Model Pemrosesan Informasi
Model pembelajaran ini berdasarkan teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi yang dapat memperbaiki kemampuannya. Teori pemrosesan informasi atau kognitif dipelopori oleh Robert Gagne (1985). Asumsinya pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil komulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan output dalam bentuk hasil belajar.
Menurut Rusman (tt, hlm.12) ada Sembilan langkah yang harus diperhatikan guru di kelas yang kaitannya dengan model pembelajaran pemrosesan informasi, yaitu:
1)      Melakukan tindakan untuk menarik perhatian siswa.
2)      Memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran dan topik yang akan dibahas.
3)      Merangsang siswa untuk memulai aktivitas pembelajaran,
4)      Menyampaikan isi pembelajaran sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
5)      Memberikan bimbingan bagi aktivitas siswa dalam pembelajaran.
6)      Memberikan penguatan pada perilaku pembelajaran.
7)      Memberikan feedback terhadap perilaku yang ditunjukkan siswa.
8)      Melaksanakan penilaian proses dan hasil.
9)  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menjawab berdasarkan pengalamannya.
b.      Model Personal
Perhatian utama dari model personal ada pada emosional siswa untuk mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Model pembelajaran personal adalah model pembelajaran yang bertitik tolak pada teori Humanistik, yaitu berorientasi terhadap pengembangan individu.
c.       Model Interaksi Sosial
Model pembelajaran interaksi sosial ini didasari oleh teori belajar Gestalt (field theory). Model ini menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together). Sehingga dengan model pembelajaran ini, hal yang diharapkan dapat dikembangkan oleh siswa adalah bagaimana berhubungan secara baik dengan masyarakatnya. Model interaksi sosial ini mencakup strategi pembelajaran sebagai berikut:
1)      Kerja kelompok
2)      Pertemuan kelas
3)      Pemecahan masalah sosial
4)      Model laboratorium
5)      Bermain peranan
6)      Simulasi sosial
d.      Model Modifikasi Tingkah Laku
Model pembelajaran modifikasi tingkah laku bertitik tolak dari teori belajar behavioristik, yaitu bertujuan mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas-tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara memanipulasi penguatan (reinforcement). Model ini, lebih menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan yang tidak dapat diamati. Dalam hal ini, peran guru adalah selalu memperhatikan terhadap tingkah laku belajar siswa.
e.       Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Budaya
Model pembelajaran terpadu berbasis budaya yang dikembangkan untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal dan dikembangkan berdasarkan pengalaman awal budaya siswa. Komponen desainnya terdiri atas tema budaya lokal, alat mediadan sumber yang beragam dan kontekstual, serta komponen penilaian menekankan pada penilaian proses dan hasil. Implementasinya terdiri atas tiga tahap yakni pengondisian, penciptaan makna dna konsolidasi (Alexon dan Sukmadinata, 2010, hlm. 201).
f.       Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning)
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Gracia (dalam Riadi, 2012) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai strategi belajar aktif, kelas tampak seperti mesin belajar dan siswa; termasuk aktivitas belajar mereka sebagai bahan bakan yang menggerakan mesin; siswa dikelompokkan oleh guru dalam empat sampai lima anggota dalam satu tim; siswa-siswi tersebut heterogen dalam kemampuan dan jenis kelamin; mereka tercampur antara kelas sosial, ras, etnik, dan agama.
Menurut Slavin (dalam Riadi, 2012) tujuan pembelajaan kooperatif adalah menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Kemudian Slavin (dalam Riadi, 2012) mengemukakan bahwa terdapat tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik dari pembelajaran kooperatif yaitu penghargaan kelompok, pertanggungjawaban individu, dan kesempatan yang sama untuk berhasil.
Langkah-langkah pembelajaran Cooperative Learning menurut Arends (dalam Fatirul, 2008, hlm. 20) adalah:
1)      Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
2)      Menyajikan informasi
3)      Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
4)      Membimbing kelompok bekerja dan belajar
5)      Evaluasi
6)      Memberikan penghargaan
g.      Model Pembelajaran Kontekstual
Menurut Nurhadi (dalam Riadi, 2013) pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Tugas guru pada model pembelajaran kontekstual ini adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru.
h.      Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Menurut Glazer (dalam Nurfianti, 2011) mengemukakan Problem Based Learning merupakan suatu strategi pengajaran dimana siswa secara aktif dihadapkan pada masalah kompleks dalam situasi yang nyata. Tahap-tahap pembelajaran Problem Based Learning menurut Trianto (dalam Nurfianti, 2011) adalah:
1)      Orientasi siswa pada masalah
2)      Mengorganisasi siswa
3)      Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
4)      Mengembangkan dan menyajikan hasil
5)      Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah













1 komentar:

  1. Situs Judi Slot Online & Judi Online Terpercaya 2021 - JTHub
    Slot Online — 하남 출장마사지 Situs 부산광역 출장안마 Judi Slot Online Terpercaya 2021, Judi Online Terpercaya 2021. Bonus Member Baru yang bisa memberikan slot mesin slot online Provider Slot Online: Pragmatic Play, 충청북도 출장마사지 Joker123, Metode Deposit: Transfer 충주 출장샵 Bank, E-WalletTop 5 김제 출장샵 Provider Slot Online: Slot88, Spadegaming,

    BalasHapus